Sunday, June 19, 2016

Chapter 6 of 12 : Day 5 - The Thought


Page 171 of 366
Today.
One day in a month. Every month of the year.

I do not have any reason to end my own life, I just feel so awful lately. I am just wondering what the purpose for being so nice and kind to every people, for taking care of everything, for pretending I  am okay a whole time...

But, you know, overthinking ruins your life seriously.

Sometimes you just need to act like a bitchy, masa bodo dengan semua masalah, for a good sake.
Karena gak semuanya bisa ditanggung oleh satu orang, makanya kita butuh berbagi.
Yakin aja dengan kenyataan "Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya".
That faith was assuring me to keep alive, dengan kesadaran penuh.

I will be okay.

Love,

Share:

Friday, March 25, 2016

Chapter 3 of 12 : Day 3 - Drugs & Alcohol


Page 85 of 366
So sorry for the late post, I was being distracted by this one and only guy. Well, I am trying to get through this kind of relationship, wish me luck yaa.

So what's the topic? Drugs and alcohol? Seriously, I do not have any experience about those things. Tertarik pun tidak. Sorry to say, tapi serius deh, ngobat dan minum? Seriously? Are you lack of your self-confidence? Satu-satunya yang saya tau tentang kedua benda ini adalah keduanya bersifat destruktif, merusak mental anak bangsa.

Saya tidak tahu pastinya apa yang ditawarkan dari kedua benda ini, tapi yang saya tahu efek "menyenangkan" dari kedua benda ini hanya bersifat sementara dan menyebabkan kecanduan. Bahkan racun yang diberikan dari kedua benda ini lebih lama bertahan dalam tubuh karena mengendap dalam darah. Duuuh, saya mah gak bisa ngebayangin. Punya rasa penasaran buat cicip-cicip keduanya aja gak pernah.

Obat-obatan terlarang dan alkohol setau saya juga menurunkan kualitas kerja otak jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang. And fyi, efek samping yang buruk ini tidak terjadi serta merta setelah kita pertama kali mengkonsumsi kedua benda tersebut, it takes a looooong time to degenerate important cells in our body. Correct me if I'm wrong ya, pals.

Seberat-beratnya ujian hidup yang sedang kita hadapi, drugs & alcohol are not the answer, pals. Kembali bersujud kepada Yang Maha Kuasa, kapan lagi berbisik kepada bumi tapi didengar oleh langit?*

Stay away from drugs and alcohol, pals.
May Allah be always with you.

Love,





*)Please, let me know ya, ini quote nya siapa?
Share:

Sunday, February 21, 2016

Chapter 2 of 12 : Day 2 - 10 years

Page 52 of 366
Ten years from now, it will be a great journey to be lived by. I don't know, ten years seem like so far away and couldn't be predicted as easy as what happened tomorrow. It kinda difficult, but I'll try using my imagination.

Ten years from now, I'd like to have my own work space and my own team. I would have finished my master degree in business administration. My career would be improved a lot, I have a great contribution to the company that I worked for. My bosses would trust my skill for very first time I joined them, they would encourage me to be an expert in my field. I would have passed so many training and seminars that the company put me in. And the company would appreciate what I have done for them.

In marriage life, maybe I would have been married for 5-8 years with a very kindhearted guy. Giving a birth for my little son who would be very look like his father. We (his father and I, of course) would raise him in our own home in countryside. The comfy house that has a little garden and a pool for the kid's playground, a great kitchen for my meal experiments, a complete library for our (my hubby and I, again) works and hobbies, and so many love for surrounding the house. That will be a great home in the town. I could work from home while watching my kid's development or preparing the meals for my hubby and the lil son or accompanying my son playing in the pool. What a lovely life.

My mom and dad would be in Bogor, have a life together. I would visit them every weekend with their lovely grandson and favorite son in law. My sister would visit them too, with her own little family. We would like to cook together, like in very old times. And then don't forget with my oldy brother, he would come to visit with his wifey and twins kid. Our big family would be gathered again after those times and years. Can't wait to be true! #excited

I wish my life could be this great in ten years, hopefully. The best wish is to be gathered with family again, to watch them live their life happily ever after.

So, for ten years from now, I will make it come true. Wish me superluck!

Love,

Share:

Friday, February 19, 2016

Chapter 2 of 12 : Day 1 - Relationship Status


Page 50 of 366
Well, I am single, for 45 months and maybe still counting. Kenapa bisa begitu lama? Mungkin banyak yang bilang saya pemilih perihal pasangan. Gak juga. If you know me so well, you will know that I was very easy to do flirty things. Gombal-gombalan, panggilan sayang, manja-manja, I know how to do that version of girl ya. Cuma anggapan orang-orang aja yang bilang saya gak serius. Hehe.

So for me, personally, single is the moment when you should improve yourself. Either your soft skill or hard skill. Seharusnya sih ya bisa jadi bekal untuk di masa mendatang. Masa udah jomblo, gak berkembang, gak ada kemajuan, duuuhh gak banget sih ya. Malesin gak sih? Jangan sampe deh ngejatuhin harga jual kita sebagai single. (9-.-)9

Apeu banget sih ini (?). Ahaha. Kalo saya sih serius mengenai ini. Tuh coba bayangin, single aja saya seriusin, apalagi kalo double... Eaaaaa~

Back to the earth ya. Mengenai improvement skill ini emang penting banget sih menurut saya. Saya mah gak mau di-cap jomblo yang gak berkualitas. Pernah denger yang namanya High Quality Jomblo? Nah eta, at least when I'm single, I could improve my self-quality. You should have a higher quality than another single lady. Persaingan ketat ya cyiiin. Apalagi zaman sekarang, apes-apesnya sih bisa saingan sama lakik juga. Euuwww~

So far, prioritas pertama saya ketika single adalah peningkatan kualitas diri dan hidup saya. Tapi, ya jangan juga karena sibuk meningkatkan apa yang perlu ditingkatkan, kita jadi terlalu sibuk dengan diri dan dunia sendiri. Hellow, we have family and friends, absolutely. Single also could be the moment when family and friends come together as our #1 supporter. Ini opini pribadi saya ya, bukan karena kita single jadi bisa seenaknya membuat keputusan yang belum tentu tepat juga buat hidup kita. Gak ada pacar atau pasangan, ya gapapa. Masih ada Ibu, Bapak, Annabelle, Abang, dan teman-teman yang bisa diajak diskusi dan mintai pendapat serta pandangan hidup tentang apa yang terjadi di hidup saat ini. Being single is not bad, as my experience ya. But, trust me, I called myself as Jomblo expert, and I never felt lonely in a long time.

Kesepian mah wajar ketika Ibu Bapak jauh, Annabelle sibuk dengan pacar, Abang dengan sang istri, dan teman-teman dengan kehidupan mereka. I don't mind, hidup mereka gak melulu tentang saya dan gak harus dengan saya. Being single teach you to lower you ego and expectations. That's it.

Untuk beberapa orang mungkin being single dalam jangka waktu yang cukup lama bisa menimbulkan tanda tanya besar. Kenapa lama? Emang gak ada yang ditaksir? Mau tipe yang kayak apa sih? Si itu single tuh, kenapa gak sama dia aja? Kok gak pacaran sih malah di kantor? Si x suka tuh, mau gak sama dia? Dan pertanyaan iseng lainnya yang gak ngerti mesti saya jawab apa lagi. Kalo saya sih jujur sudah mulai bosen menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Saya pernah baca, entah di mana dan tentang topik apa, tapi intinya yang saya tangkap dari bacaan tersebut, sebagai seorang single saya seharusnya bisa mengendalikan tombol on/off dalam hati saya. Mungkin tujuannya biar jangan sampe ni hati baper-ing kali ya. Haha. Anyhow, istilah baper-ing zaman sekarang sesungguhnya gak kena banget sama saya. Bawa perasaan? Duh, masih punya perasaan apa gak aja saya udah lupa tuh, gimana mau dibawa-bawa. Ahaha, ok lame joke, crunchy. Krik krik krik krik~~

Hehehe.

Kembali ke status saat ini, iya saya single hampir 5 tahun. So what? Mau nonton di bioskop, masih ada yang nemenin. Ditraktir makan, sering sama senior. Malem minggu, saya lebih milih nonton The Flash atau Supergirl. Kondangan? Masih perlu partner? Kalo saya sih gak. Bisa lebih leluasa nyapa temen, panas-panasin partnernya orang, lebih lincah hunting gubuk-gubukan makanan, salaman sama penganten bisa kapan aja, yang lebih penting lagi gak ada yang buru-buru pengen pulang. Ahaha.

Seru kan jadi single. Tapi, semuanya kembali ke orangnya masing-masing ya, gak semua orang bisa menikmati kesendirian seperti saya. So, let's be wise, mulai deh kurang-kurangin nge-judge orang dari status nya. Yang pacaran, sok silahkeun dilanjutkan, semoga langgeng. Yang single, let's mingle, let's have fun, let's improve yourself and life. Kurang-kurangin deh ya ngurusin urusan orang, mind your business, cyiin~~ Hihi.


Panjang ya posting kali ini. Alhamdulillah, posting awal di bulan Februari yang penuh inspirasi. Hehe.
Jangan lupa bahagia, manteman. Jangan lupa bahagiain orang lain juga. 

Day 1 ends here.

Love,
Share: