Belakangan ini, saya sering update di jejaring sosial klo saya lagi butuh teman cerita. Respon dari beberapa orang pun hampi sama, "I'm here.."
Yaa, saya sangat menghargai respon dari mereka yang sangat perhatian dengan keadaan saya. Tapi, saya bisa bercerita dengan leluasa dengan orang yang tepat di waktu yang tepat pula.
Terakhir kali saya bisa bercerita dengan leluasa adalah ketika saya "terperangkap" dengan Ozi di bangku belakang sebuah mobil. "Terperangkap" disini dimaksudkan kalo saya dipaksa untuk ikut duduk di bangku belakang untuk nemenin Ozi dalam perjalanan mengantar salah satu muridnya. Situasi saat itu, kami di mobil orang. Dan terjadilaah.. Saya bercerita banyak dengan Ozi.
Atau di lain kesempatan, ketika saya memaksa untuk nebeng Ozi dengan motor matic-nya. Kenapa saya harus memaksa dia? Karena dia yang punya urusan di rumah saya, bukan temannya yang sering dia gunakan untuk alasan gak mau nebengin saya. Singkat cerita, saya akhirnya curhat colongan ke Ozi di sepanjang perjalanan menuju rumah.
Kenapa harus dengan Ozi?
Well, dia hanyalah salah satu orang yang tepat di saat yang tepat. Gak sekali-dua kali perjalanan saya dan dia malah jadi garing banget. Diem sepanjang perjalanan karena sama-sama ngantuk dan sama-sama capek. Bisa dibilang dia orang yang tepat, tapi saatnya yang gak tepat.
Bukan cuma Ozi, biasanya saya cerita ke Danang juga. Tinggal sms aja yang isinya agak-agak galau, dan dia pun bakal bikin appointment untuk YM-an bareng sama saya. Dia salah satu orang yang tepat di saat yang tepat juga. Tapi, sayangnya untuk waktu dekat ini Danang terlihat seperti sedang disibukkan dengan urusan kerjanya. Yaah, waktunya emang lagi gak begitu tepat belakangan ini. Hanya perlu bersabar untuk mendapatkan saat-saat di mana dia akan dengan senang hati mendengarkan cerita saya.
Gak cuma Ozi dan Danang, ada satu lagi orang yang tepat untuk bercerita, yaitu mantan pacar saya. Satu setengah tahun dia menjadi pendengar yang setia dari kisah-kisah saya. Sayangnya, belakangan ini saya merasa kurang nyaman untuk bercerita dengannya. Mungkin faktor perhatian yang berkurang.. Hehee.
Sekarang, saya tinggal menunggu orang yang tepat di saat yang tepat untuk mendengar saya bercerita..
Cups~
FC
0 comments:
Post a Comment
Aku tanpa(komentar)mu, butiran debu~