Dan.. Lagi-lagi quote ini begitu melekat di kepala saya.
You can't make everyone happy..
Entah apa yang sedang saya pikirkan belakangan ini, tapi kelihatannya quote ini lagi nge-pas banget sama keadaan hati dan pikiran saya.
Awal ceritanya mungkin karena tuntutan peran yang harus saya jalani dan penuhi. Adanya tuntutan cepat lulus dari orang tua supaya bisa cepat kerja, adanya tuntutan cepat selesaiin skripsi dari dosen pembimbing, adanya tuntutan menyusul teman-teman yang sudah lulus dari salah satu teman perjalanan saya, dan adanya tuntutan di mana saya harus tetap berada di jalan Tae Kwon Do. (sigh).
Singkat cerita, semuanya mengharapkan saya bisa menyeimbangkan waktu antara urusan urgent dengan urusan hobi. Klo menurut orang-orang, tae kwon do itu hobi saya. Tapi, menurut saya itu sudah menjadi sebuah kebutuhan, itu juga urusan urgent, menurut saya lho yaa. Ketidakcocokan pandangan ini lah yang makin memberatkan dilema hati ini. (hiks).
Lalu apa hubungannya dengan membuat semua orang bahagia atau menyenangkan semua orang?
Dari segala tuntutan di atas, saya dituntut membahagiakan orang tua saya. Ditambah dosen saya pun merekomendasikan saya untuk bekerja di salah satu perusahaan supaya begitu lulus saya gak sempat nganggur. That's sound good, right? Saya sii iya-iya aja, toh dosen ini juga udah banyak membantu saya kok. Tapi, ternyata kerjaan ini ada ikatan dinasnya selama 3 tahun dan saya juga harus meninggalkan Jakarta. Saya gak masalah dengan ikatan 3 tahun dan meninggalkan Jakarta-nya, tapi begitu pihak HRD bertanya, "Tae Kwon Do kamu gimana nih? Otomatis kamu gak bisa tae kwon do-an lagi lho kalo udah kerja di sini.."
DEG!
Kalo boleh nangis, saya bakal nangis di tempat deh pada saat itu. Tapi, karena saya membawa nama dosen saya, otomatis saya harus bersikap seolah-olah saya bakal ngelakuin apa pun untuk kerjaan itu. (sigh).
Jadi, setelah membahagiakan orang tua, saya juga harus membahagiakan dosen saya. Membuat bangga lah kurang lebihnya.
Di saat-saat seperti ini saya teringat dengan kata-kata teman saya, Danang.
Lo gak bisa membuat senang semua orang, Ma..
Mungkin maksudnya dia, seenggaknya saya juga harus membahagiakan diri saya sendiri dulu baru orang lain.
*Tapi, tuntutan peran ini begitu berat, Nang.. T.T
Kalo emang saya harus berpura-pura untuk membuat orang lain senang, saya akan berpura-pura saja kalo begitu..
Cups~
FC
0 comments:
Post a Comment
Aku tanpa(komentar)mu, butiran debu~