Saturday, May 11, 2013

Old Friend...

Posting kali ini terinspirasi dari ketidaksengajaan ngeliat akun seorang teman lama yang telah lama tidak berjumpa, tidak berkomunikasi, tidak teringat sama sekali.

Mungkin, saya bukanlah seorang teman yang baik. Mungkin, saya bukan teman nongkrong yang asik. Saya cenderung pendiam di hiruk-pikuk perbincangan orang ramai, saya cenderung memberikan pilihan yang sama, saya cenderung asik dengan pikiran saya sendiri. Prinsip saya sih yaa kalo emang udah rame sama suara orang lain, kenapa saya harus bersuara? Kenapa saya harus memberikan pilihan yang lain ketika semua orang ingin satu hal yang sama? Kenapa saya harus terlibat dengan obrolan yang kadang tidak saya ketahui ujungnya? Iya, saya introvert.

Kembali ke satu teman yang telah lama sekali tidak berkomunikasi.

Dia perempuan. Cantik, pintar, modis, dan semua orang suka sama dia. Enam bulan mungkin bukan waktu yang lama baginya untuk menghabiskan waktu bersama saya dan beberapa teman lainnya yang kehidupannya terkesan biasa saja dibandingkan dengan kehidupannya yang sekarang. Enam bulan berbagi cerita, berbagi tawa, berbagi keluh kesah, menjadi teman seperjalanan, menjadi teman belajar bersama, menjadi teman yang menyesatkan, menjadi teman pelindung, menjadi teman yang selalu menemani sepertinya bukanlah waktu yang berkesan untuk dikenang dibandingkan dengan waktu yang telah dia lalui bersama teman-temannya sekarang. Atau mungkin saya yang tidak memberikan kesan yang patut dikenang olehnya? Saya juga tidak tahu, saya tidak pernah mendengar apa-apa tentang dia sejak beberapa tahun lalu.

Teman-teman yang ada di sekitar saya pernah bilang kalo saya ini cuma bantu loncatan untuknya, untuk ketenarannya. Lho? Emang dia siapa? Artis? Bukan. Dan saya tidak pernah merasa sebagai batu loncatan untuknya, mungkin bisa jadi dalam waktu enam bulan saya yang terlalu mendominasi dia sehingga dia gak bisa berteman dengan teman lain selain dari geng sesat saya. Haha. Tapi saya juga gak tahu pasti yaaa..

Saya sih gak masalah ya, hanya saja kadang saya kangen sama masa-masa di mana kita disebut "Duo A*tis", karena ekspresi kita yang kadang planga plongo, tapi cantikan dia lah pasti. Hihi.

Kadang kangen pulang bareng, denger cerita, ketawa bareng, makan bareng, ngeliat dia murung. Lucu ya? Setelah berpuluh-puluh posting tentang kekangenan saya dengan cowok-cowok, sekarang saya malah posting tentang kangen sama cewek. Saya masih normal kok, yeah I guess.. :p

Terakhir ketemu, saya masih bertegur sapa dengannya, walaupun teman-teman yang lain selalu terlihat sibuk dengan urusan mereka ketika berpapasan dengan dia. Tapi saya tetap bertegur sapa, berbagi kabar, berbagi senyum, dan berbagi cupika-cupiki a la perempuan...

Saya hanya kangen dan menyayangkan kenapa kita tidak bisa tetap berkomunikasi dengan baik selayaknya teman.

Semoga dia bahagia dengan kehidupannya tanpa saya.

Love,
F
Share:

0 comments:

Post a Comment

Aku tanpa(komentar)mu, butiran debu~