Friday, December 20, 2013

2013's Overview

Terlalu dini emang untuk overview akhir tahun, tapi apa boleh buat. Mending sekarang daripada nunggu-nunggu last minutes akhir tahun, eh malah terhalang dengan kecepatan internet yang bisa bikin gangguan jiwa, ataupun terpaksa posting via mobile? Hell no! Cukup ya saya beberapa kali nge-post via mobile, keypad nya itu lhoo yang agak ganggu, kekecilaaaann.. :(((

Posting via web is much better, fyi.

Eniwei, let's make it brief.

2013

Resolusi awal tahun kemarin agaknya gak terlalu demanding, dibandingkan dengan resolusi tahun-tahun sebelumnya yaa. Awal tahun kemarin saya cuma minta better future life. Dengan status lulusan 2012 yang masih belum kerja permanen, saya bisa berharap apa? Hampir 100x psikotes dan interview kerja, dan semuanya hampir gak ngasih kelegaan dengan adanya kabar panggilan kerja. Akhir tahun 2012 sempat saya tutup dengan interview dan psikotes juga di salah satu perusahaan televisi. Saat itu, saya bisa berharap apa? 1) Television is not my thing, maksudnya saya gak punya latar belakang pendidikan tentang dunia broadcast ataupun komunikasi, dan 2) saya sudah sampai di titik jenuh dengan psikotes dan interview. Helloooo! Saya sampe hafal lho soal psikotes dan pertanyaan interview. Iya iya, saya tau, the problem was me! Saya gak bisa jawab pertanyaan interview sesuai dengan yang interviewer mau.

Tuntutan keluarga dan mental, bulan Januari saya masih melakukan interview dengan perusahaan televisi itu dan perusahaan asuransi yang koneksi nya adalah teman abang saya. Well, saya gak berharap banget sama perusahaan asuransi ya, gegara pas interview nih yaa janjinya jam 10 tapi baru ketemu jam 12. Maaf banget lho, buat saya orang yang gak bisa hargai waktu orang lain tuh.... rrr saya gak nemu kata-kata yang tepat. Mmm, intinya sih saya gak mau kerja sama orang yang gak hargain waktu orang lain. Salah satu sisi keras kepala nya saya ya di sini. Dan keluarga saya setengahnya gak terima setiap kali saya pulang interview cemberut karena harus nunggu interviewer nya berjam-jam. Aduuuhh, bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, waiting is suck, fyi!! (pardon my french... :|)

Dan penantian untuk mendapatkan kerja yang proper pun datang di bulan Februari, di salah satu stasiun penyiaran televisi swasta. Walaupun ya proses pemanggilannya pun gak bisa saya pungkiri sempat bikin saya agak gerah juga. Nevermind, udah lewat juga sih. Sebagai apa di sana? Crew produksi? Bukan. Pegang program? Juga gak. Saya cuma menjalankan misi mulia di sana, membantu si "bapak" untuk menyelesaikan tugas akhir, ya ujung-ujungnya orang kenalnya saya sebagai junior secretary si "bapak".

You know what? Setelah kerja di sana, waktu tuh seperti berlalu begitu saja, tapi gak sia-sia menurut saya karena at least saya ketemu orang-orang yang bisa buat hidup saya tambah rame. Contohnya, di awal bulan Maret, ketika saya baru beberapa minggu aktif kerja di sana, saya sudah ikut partisipasi di lomba makan banyak dan cepat dalam rangka ulang tahun perusahaan. Dan... juara 1 bareng mbak-mbak dan mas-mas yang luar biasa kapasitas makannya. Bulan April, di hari ulang tahun saya, gak ada satu pun teman kuliah yang ngucapin, tapi mbak-mbak dan mas-mas yang baik hati di lingkungan kerja jadi orang-orang yang dengan hangatnya mengucapkan selamat ulang tahun dan segala macam doanya. It's one of grateful things that happened for my life in 2013.

Ujian proposal si "bapak" juga berjalan lancar di bulan April, setelah itu Mei dan Juni jadi bulan-bulan yang lumayan bikin pegal karena harus mempersiapkan segala macam tools untuk penelitian. Meeting intern bertiga dengan "bapak" dan personal assistant-nya, lembur-lemburan bikin kuisioner, nungguin responden ngisi kuisioner, nungguin responden diskusi grup, dan bikin demografi responden. Sebenarnya sih ya ada kejutan juga dari personal assistant si "bapak" yang merangkap jadi partner kerja saya juga, setelah ujian proposal si "bapak" dia dengan muka teduhnya bilang gini ke saya, 
"Fat, lo bisa kan ya kalo pas ujian hasil penelitian gue tinggal sendirian ngurusin penelitian 'bapak'?" 
Saya bengong, ternyata si "mas" mau bilang kalo bulan Juli dia mau menjalankan misi kemanusiaan di luar negeri. Pas saya dengar kabar itu, saya pengen teriak, 
"Yaa Tuhaaann, bunuh aja gueee!! Ngerjain berdua aja masih sering nge-blank, apa lagi kalo ditinggal sendirian menghadapi 'bapak'!"
Saya masih meragukan kemampuan saya sampe di detik-detik si "mas" pamit cuti buat misi nya itu. Dia selalu meyakinkan saya kalo saya pasti bisa. Ujian hasil penelitian bukan hal yang harus ditakuti, katanya, ya iya dia bisa bilang begitu, dia kan gak bakal ada pas "bapak" ujian.. T.T

Walhasil, bulan Juli datang dan saya sendirian mulai kelimpungan ngurusin statistik dan presentasi "bapak". Belum lagi ngedit video diskusi. Saya berkali-kali pindah dari komputer saya ke komputer si "mas" di seberang, berkali-kali meeting internal lagi dengan si "bapak", berkali-kali lembur sampe tengah malam. Buka puasa pun gak mungkin kalo gak di kantor, tapi tetep sambil meeting statistik kadang-kadang. Belum lagi masalah cetak-menyetak naskah. Lumayan bikin pulang malem lagi karena langsung setor ke kampus "bapak". Di hari ujian hasil penelitian juga gak kalah bikin megap-megap, grogi nungguin "bapak" presentasi dan menjawab semua pertanyaan dosen. Alhamdulillah-nya semua lancar dan bisa lanjut ke proses selanjutnya.

Agustus dan September pun berjalan seperti bulan-bulan lainnya, ngurus naskah pra-promosi. Berteman lagi sama jurnal, pulang malem, dan statistik. Gak jarang ditelpon "bapak" di weekend buat konfirmasi pemikirannya. It's tiring, but fun at all. Sampai suatu hari di bulan Oktober, semuanya berubah. Perubahan yang sebenarnya cuma terjadi di posisi satu orang, tapi bisa mengubah posisi tiga orang lainnya, termasuk saya. Saya dimutasi ke divisi yang memang sedang membutuhkan karyawan pengganti untuk karyawan lama yang akan resign di tanggal yang sama dengan si "bapak" akan pra promosi. Adaptasi ulang dengan lingkungan kerja di divisi tersebut, adaptasi lagi dengan beban kerja yang beda, adaptasi lagi dengan segala perubahan yang terjadi sewaktu-waktu, dan itu semua lumayan yaa agak-agak jadi pikiran juga.

Saya gak mau banyak cerita tentang perubahan itu, singkat cerita pra promosi si "bapak" lancar di akhir Oktober, walaupun ada tragedi menegangkan ketika harus cetak naskah untuk presentasi. Bulan November saya sudah mulai full di divisi baru, jujur aja untuk megang dokumen dan tugas akhir "bapak" saya agak-agak kelimpungan juga. Alhasil, saya cuma pegang dokumen keluar-masuk dan statistik saja. Diskusi presentasi "bapak" juga lancar di awal Desember dan akan promosi di awal Januari 2014.

Untuk urusan kerjaan memang hampir-hampir mirip roller coaster, up and down, kadang twist juga. Lumayan bikin sport jantung. Dengan gaji segitu dan tunjangan segitu, serta beban kerja segitu ya alhamdulillah masih bisa jajan-jajan cantik dari uang sampingan. Pegang pertandingan sana-sini juga lumayan buat nambah-nambahin uang jajan dan uang kuliah si kecil. Tapi, buat urusan asmara, agak-agak flat sih ya. Ketemu cowok-cowok yang udah tipe idaman hati, tapi kok ya beda pandangan dan gaya hidup banget. Beda umur, beda gaya hidup, beda cara pandang, sampe beda keyakinan. Di awal Desember pun dikejutkan dengan undangan pernikahannya si mantan gebetan. Nah eta pisan! Yang terakhir kok ya bikin nyeeeesss banget.. T.T

Hidup emang gak mudah, tapi gak susah-susah amat juga. Banyak-banyak bersyukur buat bulan-bulan yang telah terlewati di tahun ini. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi, rezeki nya, kerjaannya, jodohnya. Aamiin, aamiin, AAMIIN!

List resolusi 2014 masih dalam proses penggodokan (apeu?). Soon ya di-share. Insyaallah.

Have a great year ahead, pals.

Love,
F
Share:

0 comments:

Post a Comment

Aku tanpa(komentar)mu, butiran debu~