Tuesday, January 13, 2015

Page 13 of 365 : (part 2)

Saya baru selesai melahap "Pulang" dengan rakusnya di bab-bab akhir. Terlalu terpesona dengan romansa Lintang dan Alam di antara kekisruhan Jakarta yang menggetarkan hati. Beberapa cuplikan peristiwa Mei '98 masih terekam cukup jelas, walaupun saya masih duduk di bangku SD saat itu. Dan peristiwa-peristiwa tersebut memang bagian dari mimpi buruk yang sulit untuk dilupakan. Entah anak SD zaman sekarang sudah dijejali dengan pelajaran sejarah seperti apa.

Kutipan-kutipan dari sastrawan di buku tersebut juga mengingatkan saya akan kegemaran saya meringkuk di pojok perpustakan SMP yang hampir tidak terurus dengan segala tumpukan buku-buku setinggi gunung. Jangan tanya bagaimana saya tahu Chairil Anwar, bukan karena buku "Aku"-nya di film AADC. Bukan. Ada juga satu buku berjudul "Atheis" yang gak pernah berhasil saya baca sampai tuntas, karena ada saja teman yang menyusul saya ke perpustakaan untuk mengajak saya makan di kantin. Ah, makanan... Memang dari dulu saya paling tidak bisa menolak untuk urusan makan.

Mungkin saya harus menambahkan dalam slogan hidup saya menjadi... "eat a lot, a good book, and sleep well". ;))))

Well, menurut adek saya ini ada tulisan hasil delusional dengan buku tersebut. Bukan. Yang delusional itu adalah setelah baca "Twivortiare 2" malah pingin cari calon suami ala-ala Beno. Siapa situ? Situ udah se-level Alex? :))))

Alhamdulillah bisa selesaiin baca jam 22.49 tadi, besok rencananya mau coba masuk kantor. Semoga udah gak renta ni badan yaa... Walaupun tangan lagi ada bercak-bercak merah. Terakhir kali kayak gini, besoknya malah divonis campak. Dan itupun setelah 'serangan bom atom' pertama. Kemarin sempet ada 'serangan bom atom' kedua sih, tapi saya belagak cool aja. Padahal kepala ngebul.

Ya, Allah. Pingin nangis, semudah Lintang nangis di depan Alam. Atuhlaaaah~

Love,
F

*p.s. maapkeun posting yang absurd ini. Maklum saya baru aja dihajar 1 kapsul, 1 kaplet, dan 1 tablet hisap.. :D

Share:

0 comments:

Post a Comment

Aku tanpa(komentar)mu, butiran debu~