"...unfortunately, I couldn't"
Entah kenapa saya ingin sekali memutar waktu ke masa lalu, memperbaiki beberapa hal di masa itu supaya tidak pernah terjadi penyesalan yang begitu mendalam. Walaupun pada kenyataannya, saya tidak menyesali keadaan saya saat ini. Hanya saja saya merasa sangat-sangat-sangat tidak berguna.
Terlebih ketika saya mengetahui ketakutan saya akan keramaian kembali muncul. Saya kembali merasa tidak nyaman berada di tempat ramai, walaupun di sekitar saya itu adalah orang yang saya kenal dengan sangat baik. Saya hanya tidak nyaman saja, tidak lebih. Kalau saja saya tidak perlu berada di tengah keramaian seperti itu, dengan tatapan semua orang yang siap menelanjangi pikiran saya. Benar-benar membuat saya tidak nyaman.
Kenyataan kedua, saya seperti tidak memiliki teman sharing. Bukan mereka yang tidak mau mendengarkan cerita dan keluh kesah saya, hanya saja saya yang tidak mau melibatkan orang lain dalam kehidupan saya.
Kenyataan yang lain adalah tidak hanya tentang sharing, tapi tentang kehidupan sosial saya. Saya cenderung memilih mengasingkan diri. Keluar dari peredaran yang ada dengan harapan suatu saat saya bisa dengan perlahan menghilang dari kehidupan semua orang yang mengenal saya suatu saat nanti. Siapa tau dengan menghilangnya saya dari peredaran, mereka tidak sengaja melupakan diri saya atau bahkan lupa bahwa pernah mengenal saya. It's okay. It's not a big problem. Saya terbiasa menjadi orang terlupakan dalam beberapa waktu terakhir ini.
Dan masih banyak kenyataan-kenyataan yang (menurut saya) menunjukkan betapa tidak bergunanya saya di tengah kehidupan sosial orang-orang sekitar saya.
Well, posting-an ini saya buat tidak dengan silet di pergelangan tangan ataupun tali yang melilit di leher ataupun pistol di kepala. Ini hanya tentang perasaan terdalam saya, yang tidak bisa saya ceritakan kepada siapapun. Dan kalopun saya bertemu dengan seseorang yang saya anggap bisa menjadi teman cerita, belum tentu saya akan menceritakan hal ini kepada orang tersebut. :)
Semoga saya menjadi pribadi yang lebih baik..
Cups~

0 comments:
Post a Comment
Aku tanpa(komentar)mu, butiran debu~