Lima hari menuju 2015. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mari mereview di tahun 2014 ada apa saja. Setelah mengubek-ubek posting sebelumnya, ternyata awal tahun lalu saya gak bikin resolusi untuk 2014, pantesan yee agak-agak kayak layangan singit perjalanan hidup tahun ini. Hehehe.
Eniwei, beberapa hal yang saya ingat sih ya saya sempat memutuskan untuk mengubah cara pandang terhadap seseorang, you know the name, but you don't know he whole stories. At least kayak gitu sih ya, tau nama, tau beberapa hal tentang seseorang itu bukan berarti udah ngerti banget sama kisahnya. Iya, kata kuncinya NGERTI, bukan cuma tau atau dengar, tapi mengerti kisahnya seperti apa dan bagaimana. Well, judging orang emang paling gampang sih yaa? Hehehe.
Saya juga ingat kalau saya berniat untuk bisa nyetir mobil di tahun ini, targetnya sih di tengah tahun. Tapi... kita bener-bener gak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di depan kan? Even 5 minutes from now. So, this is it, 2014's review.
Januari. Yang saya ingat, banyak yang resign dari kantor. Mungkin karena perubahan management, atau mungkin memang kereta mereka yang telah sampai di tujuan? Saya juga kurang tahu, yang pasti saat itu lumayan bikin pegel juga ngeliat orang bolak-balik mencari boss saya untuk exit clearance. Di awal bulan juga Bapak sidang disertasi nya. Selesai sudah tugas mulia, no more journal database, no more statistic analyst, no more editing the paper, Bapak lulus dengan nilai yang memuaskan. I'm always glad for you, Pak. Kalau Bapak bahagia, saya juga senang.
Masih di bulan Januari, papap knew my existence. Sebagai stalker, saya merasa gagal, jujur. Hahaha. Gimana enggak, tetiba aja gitu di akhir bulan menjelang hari terakhirnya di kantor, dia malah menyapa saya di twitter. Hahaha. Mau tau reaksi saya, pap? Panas-dingin pas liat akun twitter papap di notif bar. Ah gila, siapa lah saya ini? Cuma remahan peyek.. :)) But, surely, I never regret to know him personally. Thanks, pap, for recognizing me.. :)
Then, Februari. Bapak wisuda dan ditarik ke holding. Beliau sempat pamit sebelum akhirnya memutuskan untuk membawa satu asisten saja ke holding. It didn't matter, until now. Saya gak pernah mempermasalahkan keputusan Bapak, itu semua haknya untuk memilih dengan siapa dia mau bekerja sama. 'Gapapa, Pak, saya di sini saja. Bantu bapak-bapak yang lain di sini..' Kurang lebih seperti itu ketika Bapak pamit sama saya dan meminta maaf tidak bisa mengajak saya ke holding. Setahun pas. Februari ketemu Februari saya bersama Bapak. Saya berharap kesuksesan selalu bersama Bapak.
Kemudian, bulan-bulan berikutnya berlalu begitu saja tanpa Bapak. Banyak yang terjadi, seperti lomba HUT kantor, ulang tahun saya, dan comblang-comblangan yang tidak berhasil. Semuanya masih terasa sama, masih pulang pergi Bekasi-Jakarta-Bekasi dengan roket dan mesin waktu, tapi semuanya berubah ketika negara api menyerang.... *tsaaaaahh~
Saya lagi gak pingin nulis yang agak-agak drama, jadi intinya di bulan Juni saya dan abang + adek sudah gak tinggal dengan orang tua lagi. Medan, Jakarta, Jogja. Padahal di bulan ini saya sudah berniat untuk ambil kelas mengemudi, yaah yang ini sih adanya mengemudi perasaan.. Hehehe.
Seharusnya gak ada masalah dengan keadaan yang seperti itu, cuma sempat homesick aja, dan selalu merasa kesepian setiap si bocah lagi tugas seperti hari ini. Iya maap agak drama. Hehehe.
So, dari pertengahan tahun ke sini sih gak ada masalah yang cukup berarti. Alhamdulillah rezeki ada terus, semuanya lancar. Yaah kalaupun ada yang gak lancar, itu cuma masalah buang air. :p
Saya masih spontanita kok, kalau mau jalan ya jalan, kalau mau lari ya lari. Mendadak aja sih hobinya. Hehehe. Seperti awal Januari nanti yang mendadak aja beli tiket buat ke Jogja. Mendadak aja cuti 5 hari. Hehehe.
Ya begitulah tahun 2014 nya. Dari kejadian-kejadi di 2014 seenggaknya bisa membuka hati saya kalau tahun ini saya harus nulis resolusi untuk tahun 2015. Here we go...
- Pindah kost-an, harusnya Januari udah gak di sini. Mungkin next month. Doain aja bisa dapet tempat yang cocok.
- Cari kerjaan baru. Bosen jadi admin, lebih bosen sama nominal gaji nya sih yang gak terlalu banyak berubah setelah hampir 2 tahun setia di sini.
- Cari calon suami... eh? Ini penting gak sikk? Sampe detik ini sih belum nentuin target mau married di usia berapa, tapi yaaa gimana yaaa... sudah terlalu lama sendiri sepertinya.. :)))
Pencarian terpenting sih kayaknya baru 3 point ini, tapi kalau memang rencananya berubah seketika mohon maap ya. Saya kan orangnya penuh dengan spontanitas. Hihihi.
Menjelang 2015 masih mesti meeting yang macem-macem bentuk dan masalahnya. Mohon doanya semoga di minggu terakhir 2014 saya gak bikin masalah seperti kejadian minggu ini. Boleh minta aamiin-nya? Aamiin!
Demi tahun 2015 yang lebih baik...
Love,
F
*special thanks to papap for every stories that he shared to me.. ;)
0 comments:
Post a Comment
Aku tanpa(komentar)mu, butiran debu~