Wednesday, October 14, 2020

Book 30, Chapter 7 : Page 188

Kalo ada yang bilang hidup saya sudah berada di titik aman, mungkin dia harus coba melihat dari sudut pandang lain. Well, bukan gak bersyukur dengan keadaan saat ini, tapi saya sungguh makin takjub dan kagum dengan Maha Besar Allah. Di satu sisi, saat ini saya seperti berada di titik teraman dalam hidup. Semuanya terjamin. Alhamdulillah tidak ada potongan penghasilan di masa-masa pandemi ini. Mau berangkat atau pulang kerja tidak perlu kesusahan dengan naik kendaraan umum. Masya Allah. Alhamdulillah. Nikmat mana yang perlu didustakan lagi?

Sekali lagi saya diberi nikmat yang menantang menjelang pergantian tahun. Tahun 2021 akan menjadi awal sebuah tugas dan wewenang yang penuh tanggungjawab dan amanah. Bisakah saya? Mampukah saya? Mau menolak pun lawannya berat. Ahaha. It feels like adrenaline rush. My heart skips the beat. Well. Look like I need more than a good luck. Iya lagi-lagi. Ahaha. Kayak deja vu tahun 2013 akhir ya gak sih?? Bedanya dulu saya di-underestimate, yaaa sekarang pun belum diakuin banget sih. Tapi tetep aja ada perasaan ketakutan gak bisa memenuhi harapan semua orang. Yeaah, inilah si Fatma yang maunya memenuhi harapan semua orang. Ahaha.

Bismillah yaa, gaeees! Pelan-pelan aja dilemesin, jangan dilawan. Huhu.

Love,

FC

Share:

0 comments:

Post a Comment

Aku tanpa(komentar)mu, butiran debu~