Friday, March 14, 2025

Book 34, Chapter 3, Page 16

Yogyakarta, 25 Juli 2024

Kota yang tidak asing. Sepuluh tahun lalu sering menjadi tujuan pulang, tapi seperti tidak pulang. Tidak pernah merasa akrab dengan kota ini dan entah kenapa selalu merasa sepi di dalam hati. 

Malam masih terlalu muda untuk beristirahat. Beberapa rekan sudah tidak terlihat sejak matahari memasuki ufuk barat, tapi mereka terlihat dari balik layar ponsel. Beberapa rekan lainnya sibuk memilih tempat untuk dikunjungi saat waktu isya sudah berlalu. Antara wisata kuliner, wisata tempat hits, ataupun yang sekadar bergerombol jalan ke sana kemari. Kali ini, saya tidak dulu. 

Sejak memisahkan diri dari rombongan terakhir yang akan keluar penginapan, saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri. 

Kenapa tidak ikut keluar? Kenapa sudah 3 daerah didatangi tahun ini tapi tidak pernah beli oleh-oleh untuk orang rumah? Kenapa memilih di kamar sendiri?

Sedari baru masuk kamar, sampai selesai mandi, sampai mau nonton streaming pun masih bertanya-tanya. Tapi semakin dipikirkan malah semakin berat untuk meninggalkan penginapan di gelap malam. 

Tiap orang memiliki pertimbangan masing-masing dalam mengambil keputusan, begitupun saya.

Love,

FC

Share:

Sunday, April 7, 2024

Book 33: Chapter 11, pg. 364

 28th Ramadan, 1445 H

Belakangan ini, saya merasa seperti bukan menjadi diri sendiri. Teringat kata-kata ibu di kala itu.

"Tetaplah menjadi diri sendiri, tidak perlu berubah hanya untuk disukai orang."

Well, ibu mungkin hanya khawatir anaknya berubah karena pergaulan, di mana di usia-usia awal 20 tahun memang agak rawan dengan pergaulan. Tapi saya kan gak terlalu bergaul. Bukan anti-sosial, tapi untuk bergaul, nongkrong, dan ngobrol hahahihi saat itu sepertinya butuh modal dan mobilitas yang gak sedikit. Sedangkan, saat itu urusan di rumah lebih menjadi prioritas. Muncul dalam kenangan, saya pernah menolak ajakan berbuka puasa di luar dari siapa pun ya karena satu lain hal yang membuat saya tidak seluasa itu meninggalkan rumah.

Apakah saat itu saya sudah menjadi diri terbaik versi saya?  Belum, dan saat ini pun belum. Tapi saya merasa saya sudah bukan diri saya di belasan tahun lalu, sepuluh tahun lalu, lima tahun lalu, bahkan di tahun lalu. Oh bukan, bahkan di bulan lalu.

Banyak hal yang berubah. Entah rutinitas, entah kebiasaan, entah cara berbicara, entah pola berpikir, entah cara bercerita, entah secara emosional, entah secara fisik, yah banyak yang berubah.

Mengutip quote dari Dosen Quality Management saat saya kuliah ...

"Good is not good enough, when better is expected."

Baik saja tidak cukup, jadi mari menjadi yang lebih baik.

Love,

M

Share:

Wednesday, October 14, 2020

Book 30, Chapter 7 : Page 188

Kalo ada yang bilang hidup saya sudah berada di titik aman, mungkin dia harus coba melihat dari sudut pandang lain. Well, bukan gak bersyukur dengan keadaan saat ini, tapi saya sungguh makin takjub dan kagum dengan Maha Besar Allah. Di satu sisi, saat ini saya seperti berada di titik teraman dalam hidup. Semuanya terjamin. Alhamdulillah tidak ada potongan penghasilan di masa-masa pandemi ini. Mau berangkat atau pulang kerja tidak perlu kesusahan dengan naik kendaraan umum. Masya Allah. Alhamdulillah. Nikmat mana yang perlu didustakan lagi?

Sekali lagi saya diberi nikmat yang menantang menjelang pergantian tahun. Tahun 2021 akan menjadi awal sebuah tugas dan wewenang yang penuh tanggungjawab dan amanah. Bisakah saya? Mampukah saya? Mau menolak pun lawannya berat. Ahaha. It feels like adrenaline rush. My heart skips the beat. Well. Look like I need more than a good luck. Iya lagi-lagi. Ahaha. Kayak deja vu tahun 2013 akhir ya gak sih?? Bedanya dulu saya di-underestimate, yaaa sekarang pun belum diakuin banget sih. Tapi tetep aja ada perasaan ketakutan gak bisa memenuhi harapan semua orang. Yeaah, inilah si Fatma yang maunya memenuhi harapan semua orang. Ahaha.

Bismillah yaa, gaeees! Pelan-pelan aja dilemesin, jangan dilawan. Huhu.

Love,

FC

Share:

Tuesday, November 7, 2017

Book 27 : Chapter 7 - 45 Lessons

Kali ini bukan tentang cecintaan. Tentang menghidupkan hidup yang lebih hidup (apeulah). 😄😄😄
Source nya masih dari pinterest, tapi langsung lari ke web yang share di pinterest. Topiknya tentang "45 Life Lessons". So, keep calm and enjoy it.
  1. Life isn't fair, but it's still good.
  2. Indeed. Hidup memang tidak adil, tapi Allah selalu adil.
  3. When in doubt, just take the next small step.
  4. Salah satu wejangan dari seorang senior "kalau ragu-ragu, jangan diambil". Gak jauh beda lah ya. Memang nantinya bakal berujung ke pilihan lain yang lebih sederhana tapi meyakinkan.
  5. Life is too short to waste time hating anyone.
  6. Yaaa karena cuma nambah-nambahin beban hati. Masih dalam proses belajar buat gak membenci walaupun ada aja yang bikin kezel. Akhirnya berujung untuk tidak banyak berinteraksi sama orang-orang yang cenderung bikin kezel. Demi ketentraman hidup orang banyak.
  7. Don't take yourself so seriously. No one else does.
  8. Karena hidup gak melulu tentang diri sendiri. Hati-hati baper.
  9. Pay off your credit cards every month.
  10. Well, so grateful. I don't have any of them. Tapi cicilan yang lain mah buaaanyyaaakk.. Haha.
  11. You don't have win every argument. Agree to disagree.
  12. Lagi-lagi, karena hidup gak melulu tentang diri kita sendiri. Dan dikata pendapat sendiri mulu yang paling bener? Belum tentuuu. Satu hal yang selalu diingetin sama ibu saya, "jadi perempuan jangan keras hati, jangan merasa pikiran dan pendapat sendiri yang paling benar. Harus bisa menerima perbedaan pendapat karena nantinya hidup gak cuma sendirian". Well done, mams. Ini yang paling berkesan di hati anak perempuan nomor 1 nya ibu yang paling keras hati.
  13. Cry with someone. It's more healing than crying alone.
  14. Definitely. Lebih cepet lega, lebih cepet tenang, lebih cepet ngantuk. Eh?
  15. Save for retirement, starting with your first paycheck.
  16. Ini paling penting sih, pelajaran karena emang udah kejadian di depan mata. At least, di hari tua gak nyusahin yang muda.
  17. When it comes to chocolate, resistance is futile.
  18. DEFINITELY!! Aaa, craving for chocolate.
  19. Make peace with your past so it won't screw up the present.
  20. Ba to the ngeeet. Bangeeet. Walaupun susah, tapi ini bukan hal yang gak mungkin. Cuma memang butuh effort lebih buat berdamai dengan masa lalu.
  21. It's OK to let your children see you cry.
  22. Nope. Sebagai orang tua nantinya, saya tidak mau hal ini terlihat oleh anak-anak saya. Bukan karena saya tidak mau terlihat lemah dengan menangis di depan anak, tapi lebih menjaga hati anak-anak saya nantinya.
  23. Don't compare your life to others'. You have no idea what their journey is all about.
  24. Definitely. Comparison is not going anywhere, yang ada cuma ngiri. Huh.
  25. If a relationship has to be secret, you shouldn't be in it.
  26. Yup. Pernah mau backstreet, tapi gak jadi karena berujung jadi rahasia umum. Lah saya kan ember orangnya. Haha.
  27. Life is too short for long pity parties. Get busy living, or get busy dying.
  28. Emangnya mau hidup cuma dikasihani sama orang? Beberapa tahun lalu, secara gak sadar saya ternyata terjebak dalam lingkungan yang mengasihani saya. Memang rasanya tuh kayak "waow, life is easier when people are pity with you". Kayak mau makan dibayarin, mau pulang dicariin tebengan, masih single dicariin pasangan. But, sekali lagi, emangnya mau hidup cuma dikasihani sama orang? Walaupun sebaik apa pun niat orang-orang di sekitar, tapi itu gak membuat saya berpikir how to survive by my own way. Bukannya menolak kebaikan orang, tapi ada baiknya juga kita yang berusaha untuk hidup sendiri.
  29. You can get through anything if you stay put in today.
  30. Prinsip saya sih mau sesulit apa pun jalannya, tapi itu bukan tidak mungkin untuk dilalui. Survival is sexy baby.
  31. A writer writes. If you want to be a writer, write.
  32. Mau jadi orang kaya yaa usaha jadi kaya, mau dinikahin sama cowok mapan ya usaha juga memantaskan diri buat yang mapan. Ujung-ujungnya si usaha ya. Kalau mau doang mah... ke laut aja sana.
  33. It's never too late to have a happy childhood. But the second one is up to you and no one else.
  34. So what kalo masa kecil kurang bahagia? Saya masih bisa main hujan-hujanan kok walaupun udah bangkotan gini. Sakarep me laaah. Ra urus sama pikiran orang.
  35. When it comes to going after what you love in life, don't take no for an answer.
  36. "Iya-in aja dulu". Ini juga salah satu petuah dari senior.
  37. Burn the candles; use the nice sheets; wear a fancy lingerie. Don't save it for a special occasion. today is special.
  38. Karena "suasana" itu dibuat bukan dicari. #buatyangngertiaja
  39. Overprepare, then go with the flow.
  40. Buat tipikal spontaneous seperti saya, mungkin kita lebih cocok buat ikutin alur doang. Siap gak siap ya harus siap.
  41. Be eccentric now. Don't wait for old age to wear purple.
  42. Purple lovers mana suaranyaaaa?
  43. The most important sex organ is the brain.
  44. DEFINITELY!
  45. No one is in charge of your happiness except you.
  46. Couldn't agree anymore.
  47. Frame every so-called disaster with these words: "In five years, will this matter?"
  48. Well, it definitely will matter. Entah bakal jadi pelajaran, atau bakal jadi kenangan.
  49. Forgive everyone everything.
  50. Agak susah yaaa. Yang ada mah forgive but not forget.
  51. What other people think of you is none of your business.
  52. Hell yeah. Sabodo teuing orang mau ngomong apa.
  53. Time heals almost everything. Give time time.
  54. Indeed. Gapapa jomblo 5 tahun, yang penting hati ini sudah benar-benar pulih. Tsaileee~
  55. However good or bad a situation is, it will change.
  56. Yang tadinya baik jadi gak baik, yang tadinya buruk malah jadi baik. Fleksibel aja sama perubahan. Satu hal yang pasti adalah ketidakpastian. #kusut
  57. Your job won't take care of you when you are sick. Your friends will. Stay in touch.
  58. Pengalaman pribadi sih your friends doesn't really care juga. Tapi, stay in touch is a must yaaa.
  59. Believe in miracles.
  60. Believe in Allah.
  61. Whatever doesn't kill you really does make you stronger.
  62. Indeed. I am now stronger than I am 5 years ago.
  63. Growing old beats the alternative - dying young.
  64. Tua mah pasti, dewasa itu yang pilihan. Tsedaaaap.
  65. Your children get only one childhood. Make it memorable.
  66. Indeed. Nantinya jadi orangtua pasti maunya yang serba terbaik buat anak. Yaa kalo kurang-kurang happy dikit, sok silahkeun balik ke point 17.
  67. Get outside everyday. Miracles are waiting everywhere.
  68. Ketemu orang baru, situasi baru, kenalan baru, ciyeeee. Lah apeu?! Haha. Cerita dikit ya, saya ketemu dan kenal dan kemudian jadi deket sama Ebeib karena satu saat yang lalu saya memutuskan untuk ikut ke undangan temen di Bogor, yang mana saya udah males duluan mikirin ke sana nya bakal naik apa. Eh, emang udah suratan takdir kali ya mempertemukan kita dalam situasi yang kalo kata Ebeib mah lucu, kalau kata saya sih nyebelin. Haha.
  69. If we all threw our problems in a pile and saw everyone else's, we'd grab ours back.
  70. Indeed. Daripada selesaiin masalah orang kan yaa mending ngadepin masalah sendiri. Beda halnya kalau dengan bantu ya, kalo bantu sih insya Allah dibantu sesuai kapasitas saya. Ahseek!
  71. Don't audit life. Show up and make the most of it now.
  72. Begini salah dan begitu benar menurut saya cuma teori. Pada kenyataannya, yang benar memang benar, yang salah yaaa belum tentu sepenuhnya salah. Why so serious? Keep calm and the show must go on~
  73. Get rid of anything that isn't useful, beautiful or joyful.
  74. Yang kurang berguna dan kurang menyenangkan boleh lah disingkirkan, tapi kalo mengenai beautiful kayaknya tergantung presepsi masing-masing orang deh ya.
  75. All that truly matters in the end is that you loved.
  76. If it matters, then it's love.
  77. Envy is a waste of time. You already have all you need.
  78. Definitely. Ngebandingin hidup sendiri dan hidup orang lain itu bikin capek hati. Si ini udah ke sana, kita masih stay di tempat aja; si anu udah married 2 anak tinggal di rumah hadiah dari orang tua, lah kita single tinggal di kost-an dan gak tau married kapan. Bok, capek gak sih ngitungin kepunyaan orang mulu. Kalo Aim sih capek.
  79. The best is yet to come.
  80. Because good is no good enough, when better is expected. Nah eta, kusut kusut dah mikirinnya.
  81. No matter how you feel, get up, dress up, and show up.
  82. Karena orang lain gak peduli apa yang kita rasa. Apa pun yang lagi dirasa, balik lagi the show must go on.
  83. Take a deep breath. It calms the mind.
  84. Definitely.
  85. If you don't ask, you don't get.
  86. Malu bertanya sesat di jalan. Malu meminta, ya gak dapet apa-apa. Mintanya juga jangan celamitan yee.. Ahaha.
  87. Yield.
  88. Yeah.
  89. Life isn't tied with a bow, but it's still a gift.
  90. So don't wasting your time to unnecessary things. Value your life.
And it's the end of this post. Maap-maap kalo ada perbedaan opini mengenai point-point di atas, lah itu kan semua menurut saya. Belum tentu sama dengan yang lain. Well, keep calm and life must go on and on and on and on~

Love,

Share:

Monday, October 30, 2017

Book 27 : Chapter 7 - 13 Questions

So sorry for long time no post yaa.
Mungkin nanti ke depannya akan lebih sering posting dengan menjawab random questions yang saya temui di internet. Biasanya sih nemu di pinterest atau di twitter, atau bisa jadi dari percakapan random sehari-hari.


  1. What is their absolute dream job?
  2. Well paid traveler. Ahaha. Ini mah maunya istrinya. Tapi udah kebaca banget sih kalo si Ebeib ini memang lebih suka udara terbuka dan explore tempat wisata yang masih jarang dikunjungin wisatawan.
  3. How do they feel about marriage/kids?
  4. Ketika baru pacaran seumur jagung, gak pernah terbesit buat tanya Ebeib mengenai ini karena dia termasuk cowok yang cuek banget. Tapi begitu udah punya mau, harus diturutin. Sama kayak halnya pernikahan kami, dia yang ngebet (walaupun gak sedikit orang yang ngira kalau saya yang ngejar-ngejar Ebeib buat dinikahin). Karena menurut dia kalau udah cocok dan sepemikiran kenapa harus ditunda, nanti malah diambil orang (oke, ini kata-kata tambahan dari saya hahaha). Dia gak pernah mempersulit semua proses dan gak mau berlebihan. Yang paling penting semuanya dikembalikan ke saya, maksudnya kalau mau ambil keputusan gak pernah mau sepihak, pasti didiskusikan sama saya yang berujung menjadi diskusi keluarga. Hehehe. Persoalan anak? Semua orang yang kenal dia juga tau, seberapa kepengennya dia buat ngemong anak.
  5. What do they love/hate about their family?
  6. He loves his family, totally. No matter what, keluarga buat dia prioritas #1. Gak pernah mau bikin kecewa, selalu mendahulukan kepentingan kakak-kakaknya, sayang sama keponakan-keponakan. Karena terlahir menjadi anak bontot membuat dirinya selalu disayang atas bawah depan belakang kanan kiri. Gak ada alasan buat dia untuk membenci keluarganya.
  7. Where do they want to settle down?
  8. Di rumah tepi hutan, mungkin cocok buat dia.
  9. What's their medical history?
  10. Pernah kena typhus pas kuliah sampai rawat inap di rumah sakit.
  11. What's their financial situation?
  12. Not really settled, but we fight it together.
  13. What makes them laugh the most?
  14. Ketika dia di luar ruangan. Di laut, di hutan, di perjalanan. Dia selalu tertawa, ngetawain saya tepatnya.
  15. What's their biggest sexual fantasy? Passed
  16. Who is their BFF?
  17. Temen-temen basketnya pas SMA. I think they are the most BFF of him.
  18. How does your partner like to be comforted?
  19. Diusap-usap punggungnya.
  20. How often do they want a date night?
  21. Not really much. Dia sukanya pagi/siang. Kena matahari, berkeringat.
  22. Do they like surprises?
  23. Yes, he likes the surprises so much.
  24. What's their biggest weakness?
  25. Perhitungan. Sudah menjadi rahasia umum.
Well, I'm done with these questions. How's yours?

Nantinya isi pertanyaannya gak cuma tentang cecintaan doang. Siapa tau tentang hidup. Siapa tau tentang kerjaan. Well, who knows?

See you next post. Keep calm and hey... it's getting late for going home.
Ciao.

Love,

Share:

Sunday, June 19, 2016

Chapter 6 of 12 : Day 5 - The Thought


Page 171 of 366
Today.
One day in a month. Every month of the year.

I do not have any reason to end my own life, I just feel so awful lately. I am just wondering what the purpose for being so nice and kind to every people, for taking care of everything, for pretending I  am okay a whole time...

But, you know, overthinking ruins your life seriously.

Sometimes you just need to act like a bitchy, masa bodo dengan semua masalah, for a good sake.
Karena gak semuanya bisa ditanggung oleh satu orang, makanya kita butuh berbagi.
Yakin aja dengan kenyataan "Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya".
That faith was assuring me to keep alive, dengan kesadaran penuh.

I will be okay.

Love,

Share:

Friday, March 25, 2016

Chapter 3 of 12 : Day 3 - Drugs & Alcohol


Page 85 of 366
So sorry for the late post, I was being distracted by this one and only guy. Well, I am trying to get through this kind of relationship, wish me luck yaa.

So what's the topic? Drugs and alcohol? Seriously, I do not have any experience about those things. Tertarik pun tidak. Sorry to say, tapi serius deh, ngobat dan minum? Seriously? Are you lack of your self-confidence? Satu-satunya yang saya tau tentang kedua benda ini adalah keduanya bersifat destruktif, merusak mental anak bangsa.

Saya tidak tahu pastinya apa yang ditawarkan dari kedua benda ini, tapi yang saya tahu efek "menyenangkan" dari kedua benda ini hanya bersifat sementara dan menyebabkan kecanduan. Bahkan racun yang diberikan dari kedua benda ini lebih lama bertahan dalam tubuh karena mengendap dalam darah. Duuuh, saya mah gak bisa ngebayangin. Punya rasa penasaran buat cicip-cicip keduanya aja gak pernah.

Obat-obatan terlarang dan alkohol setau saya juga menurunkan kualitas kerja otak jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang. And fyi, efek samping yang buruk ini tidak terjadi serta merta setelah kita pertama kali mengkonsumsi kedua benda tersebut, it takes a looooong time to degenerate important cells in our body. Correct me if I'm wrong ya, pals.

Seberat-beratnya ujian hidup yang sedang kita hadapi, drugs & alcohol are not the answer, pals. Kembali bersujud kepada Yang Maha Kuasa, kapan lagi berbisik kepada bumi tapi didengar oleh langit?*

Stay away from drugs and alcohol, pals.
May Allah be always with you.

Love,





*)Please, let me know ya, ini quote nya siapa?
Share:

Sunday, February 21, 2016

Chapter 2 of 12 : Day 2 - 10 years

Page 52 of 366
Ten years from now, it will be a great journey to be lived by. I don't know, ten years seem like so far away and couldn't be predicted as easy as what happened tomorrow. It kinda difficult, but I'll try using my imagination.

Ten years from now, I'd like to have my own work space and my own team. I would have finished my master degree in business administration. My career would be improved a lot, I have a great contribution to the company that I worked for. My bosses would trust my skill for very first time I joined them, they would encourage me to be an expert in my field. I would have passed so many training and seminars that the company put me in. And the company would appreciate what I have done for them.

In marriage life, maybe I would have been married for 5-8 years with a very kindhearted guy. Giving a birth for my little son who would be very look like his father. We (his father and I, of course) would raise him in our own home in countryside. The comfy house that has a little garden and a pool for the kid's playground, a great kitchen for my meal experiments, a complete library for our (my hubby and I, again) works and hobbies, and so many love for surrounding the house. That will be a great home in the town. I could work from home while watching my kid's development or preparing the meals for my hubby and the lil son or accompanying my son playing in the pool. What a lovely life.

My mom and dad would be in Bogor, have a life together. I would visit them every weekend with their lovely grandson and favorite son in law. My sister would visit them too, with her own little family. We would like to cook together, like in very old times. And then don't forget with my oldy brother, he would come to visit with his wifey and twins kid. Our big family would be gathered again after those times and years. Can't wait to be true! #excited

I wish my life could be this great in ten years, hopefully. The best wish is to be gathered with family again, to watch them live their life happily ever after.

So, for ten years from now, I will make it come true. Wish me superluck!

Love,

Share:

Friday, February 19, 2016

Chapter 2 of 12 : Day 1 - Relationship Status


Page 50 of 366
Well, I am single, for 45 months and maybe still counting. Kenapa bisa begitu lama? Mungkin banyak yang bilang saya pemilih perihal pasangan. Gak juga. If you know me so well, you will know that I was very easy to do flirty things. Gombal-gombalan, panggilan sayang, manja-manja, I know how to do that version of girl ya. Cuma anggapan orang-orang aja yang bilang saya gak serius. Hehe.

So for me, personally, single is the moment when you should improve yourself. Either your soft skill or hard skill. Seharusnya sih ya bisa jadi bekal untuk di masa mendatang. Masa udah jomblo, gak berkembang, gak ada kemajuan, duuuhh gak banget sih ya. Malesin gak sih? Jangan sampe deh ngejatuhin harga jual kita sebagai single. (9-.-)9

Apeu banget sih ini (?). Ahaha. Kalo saya sih serius mengenai ini. Tuh coba bayangin, single aja saya seriusin, apalagi kalo double... Eaaaaa~

Back to the earth ya. Mengenai improvement skill ini emang penting banget sih menurut saya. Saya mah gak mau di-cap jomblo yang gak berkualitas. Pernah denger yang namanya High Quality Jomblo? Nah eta, at least when I'm single, I could improve my self-quality. You should have a higher quality than another single lady. Persaingan ketat ya cyiiin. Apalagi zaman sekarang, apes-apesnya sih bisa saingan sama lakik juga. Euuwww~

So far, prioritas pertama saya ketika single adalah peningkatan kualitas diri dan hidup saya. Tapi, ya jangan juga karena sibuk meningkatkan apa yang perlu ditingkatkan, kita jadi terlalu sibuk dengan diri dan dunia sendiri. Hellow, we have family and friends, absolutely. Single also could be the moment when family and friends come together as our #1 supporter. Ini opini pribadi saya ya, bukan karena kita single jadi bisa seenaknya membuat keputusan yang belum tentu tepat juga buat hidup kita. Gak ada pacar atau pasangan, ya gapapa. Masih ada Ibu, Bapak, Annabelle, Abang, dan teman-teman yang bisa diajak diskusi dan mintai pendapat serta pandangan hidup tentang apa yang terjadi di hidup saat ini. Being single is not bad, as my experience ya. But, trust me, I called myself as Jomblo expert, and I never felt lonely in a long time.

Kesepian mah wajar ketika Ibu Bapak jauh, Annabelle sibuk dengan pacar, Abang dengan sang istri, dan teman-teman dengan kehidupan mereka. I don't mind, hidup mereka gak melulu tentang saya dan gak harus dengan saya. Being single teach you to lower you ego and expectations. That's it.

Untuk beberapa orang mungkin being single dalam jangka waktu yang cukup lama bisa menimbulkan tanda tanya besar. Kenapa lama? Emang gak ada yang ditaksir? Mau tipe yang kayak apa sih? Si itu single tuh, kenapa gak sama dia aja? Kok gak pacaran sih malah di kantor? Si x suka tuh, mau gak sama dia? Dan pertanyaan iseng lainnya yang gak ngerti mesti saya jawab apa lagi. Kalo saya sih jujur sudah mulai bosen menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Saya pernah baca, entah di mana dan tentang topik apa, tapi intinya yang saya tangkap dari bacaan tersebut, sebagai seorang single saya seharusnya bisa mengendalikan tombol on/off dalam hati saya. Mungkin tujuannya biar jangan sampe ni hati baper-ing kali ya. Haha. Anyhow, istilah baper-ing zaman sekarang sesungguhnya gak kena banget sama saya. Bawa perasaan? Duh, masih punya perasaan apa gak aja saya udah lupa tuh, gimana mau dibawa-bawa. Ahaha, ok lame joke, crunchy. Krik krik krik krik~~

Hehehe.

Kembali ke status saat ini, iya saya single hampir 5 tahun. So what? Mau nonton di bioskop, masih ada yang nemenin. Ditraktir makan, sering sama senior. Malem minggu, saya lebih milih nonton The Flash atau Supergirl. Kondangan? Masih perlu partner? Kalo saya sih gak. Bisa lebih leluasa nyapa temen, panas-panasin partnernya orang, lebih lincah hunting gubuk-gubukan makanan, salaman sama penganten bisa kapan aja, yang lebih penting lagi gak ada yang buru-buru pengen pulang. Ahaha.

Seru kan jadi single. Tapi, semuanya kembali ke orangnya masing-masing ya, gak semua orang bisa menikmati kesendirian seperti saya. So, let's be wise, mulai deh kurang-kurangin nge-judge orang dari status nya. Yang pacaran, sok silahkeun dilanjutkan, semoga langgeng. Yang single, let's mingle, let's have fun, let's improve yourself and life. Kurang-kurangin deh ya ngurusin urusan orang, mind your business, cyiin~~ Hihi.


Panjang ya posting kali ini. Alhamdulillah, posting awal di bulan Februari yang penuh inspirasi. Hehe.
Jangan lupa bahagia, manteman. Jangan lupa bahagiain orang lain juga. 

Day 1 ends here.

Love,
Share:

Thursday, December 31, 2015

Page 365 of 365 : Kaleidoscope of 2015

Hey! It's 12 remaining days to 2016. Dan plis jangan tanya pencapaian apa saja yang sudah berhasil saya lakukan di tahun ini. Too much unpredictable incidents, bro. Tuhan masih seneng kasih saya kejutan rupanya, hehehe.

Eniwei, seperti tahun-tahun sebelumnya, lemme make a review for this year ya. Beruntungnya kalo ini saya menyempatkan untuk bikin pic collage per bulan atau per event. At least, the memories won't be so blur like before. Hihihi. Bikin pic collage nya di PicMonkey. Tadinya mau ngedit sendiri pake photoshop, tapi apa daya dan upaya fotonya kebanyakan. Di PicMonkey pun akhirnya cuma masukin beberapa yang sekiranya representative. Tsaaaahh, apa pula itu bahasanya... Keberatan yeee. Ahahaha.

Well, 2015 was starting with January. So, let's begin!

January : Trip
Nga-Yogyakarta Trip
This month was identical with trip. Awal tahun lalu, Annabelle dan saya sempat berkunjung ke Yogya untuk nengokin Ibu. Dan setiap kali ke Yogya, pasti gak jauh-jauh dari Kaliurang dan sekitarannya. Waktu itu kebanyakan hujannya, jadi gak bisa kemana-mana. Mau naik transportasi umum kok ya males. Jadilah saya cuma bisa fotoin Gunung Merapi dari kejauhan buat temen kantor. And so sorry for the messy face ya. Itu muka nahan ngantuk pas berangkat ke Yogya naik kereta malam yang selalu delay.
Downhill Tracking
Trip kedua ke Puncak. Bukan trip yang direncanain sih dan cuma one day trip gitu. Niatnya sih iseng iyain ajakan temen buat sepedahan di Puncak, pingin bikin repot doang karena kan saya gak punya sepeda. Eh ternyata malah disanggupin buat dipinjemin sepeda. Akhirnya ngikut juga. So far sih seru ya. Tracknya keren, asal gak pas musim hujan. Sayangnya kita ke sana pas kondisinya semalem habis hujan, alhasil tracknya penuh "bumbu rujak". Sepatu pink saya berubah cokelat, ada track yang licin banget sampe makan korban (Mas Yasa sih korban meluncur bebasnya), jatuh di bebatuan gegara salah ngerem, dan terakhir pas mau turun ke Ciawi jalanannya macet bingit, sodara-sodara! Ditambah gerimis mengundang juga. Ahahaha. Tapi okelah ini acara. Seru bangeeets!

February : BestBoy's Wedding
BestBoy's Wedding
Bulan ini emang penuh cinta di mana-mana. My bestboy just got married! Walopun dengan sedikit ancaman yaaa, akhirnya diundang juga ke nikahan si Cincau ini. Ahaha. Tadinya mau bikin heboh sih dengan acara bikin panas si mempelai wanita, tapi kok ya gak tega. Lagipula ada anak kecil. Hehehe. Glad to see your big happy day, masboy! Eniwei, pulang dari resepsi si Cincau, kita malah melipir ke Cut the Crab. Maap-maap nih, kita kalo udah ketemu seafood gak bisa diganggu lagi ini.. :p

March : Happy Birthday, The Lovely Office!
HUT Kantor
Bulan ulang tahunnya kantor, iyeaaay! Menghias ruang kerja yang pasti kalah karena baru di hari H kita hias. Keriaannya yang pasti ada town hall meeting dengan info yang cukup menyenangkan hati dan isi dompet. Penyesuaian gaji yang dirapel dari bulan Januari dan gak lama kemudian hadirlah bonus yang ditunggu-tunggu sejuta umat (walopun nominalnya masih pake angka lama). Untungnya tahun ini ada photo booth, lumayan buat ekspresiin suasana hati. Eaaaaa~

April : Birthday Party, Baby!
April in a daze!
It was my month, baby! Sama kayak tahun sebelumnya, these Technical people always gave me a surprise party. Bedanya, tahun ini gak pake drama dicuekin dan nungguin orang di Epiwalk. Tapi, tahun ini mereka punya senjata baru. Ya gak heran kalo ruangan jadi penuh tepung selesai kejadian lempar tepung ke muka yang ulang tahun. Yihaaa~ It was one of my day yeaa. Eniwei, April juga ada Hari Kartini. Walopun tahun 2014 gak ada acara pake kebaya dan batik ala-ala kondangan, tahun ini tetap ada keriaan dengan kostum ala-ala kondangan tersebut. Bisa dilihat ya di grid kiri atas keriaan ibu-ibu PKK dan bapak-bapak pejabat. Hihihi. Dan grid kanan bawah, plis jangan ditanya. Di bulan April, kalender outlook saya penuh dengan agenda meeting dan appointment. Yang presentasi siapa, yang meeting siapa, yang bikin slide presentasi nya siapa. Kalo kata chief saya mah gapapa riweuh bikin presentasi buat manager up sekarang, jadi belajar banyak katanya. Ya iya sih, tapi saya juga butuh makan dan hidup, pak, atuh itu yang perlu di-upgrade ya bisa kali di-upgrade. Naik level gitu, masah di 1A mulu pak, udah hampir 3 tahun gak naik-naik. Hehehe.

May : Donor dan Undangan
Donor darah ke-2
Apa hubungannya donor dan undangan?
Sama-sama ada di bulan Mei. Ahaha. Crunchy, yes? Iya banget. :'))
Bulan Mei, saya donor darah yang kedua kalinya. Yang pertama, saya lakuin di bulan Februari. Berhubung dokumentasinya sudah saya hapus di bulan Februari, alhasil gak dimasukin deh ke review ini. Sungguh, maapkeun Aim ya, manteman. Ekspresi Aim pas pertama kali donor darah gak banget soalnya, nervous-nervous nahan kentut gitu mukanya. Hehe. Eniwei, proses yang kedua kali lebih cepet dibandingin yang pertama, gak sampe 15 menit. Yang pertama mah meuni lama, 30 menit ada kali gegara pembuluh darahnya kecil banget dan darahnya sempet berhenti ngalir di selangnya. PR banget kan pindah pembuluh darah di tangan satu lagi demi kelancaran donor darah waktu itu. Tak apeu lah ya, yang penting niatnya aja dulu ya. :)
Pupil's Wedding
 Entah ini undangan nikah yang ke-berapa dari temen SMP. Yang pasti, saya dateng bareng temen-temen Jomblo Intermediate dan Jomblo Newbie. Tetep saya yang Jomblo Expert, dilihat dari lamanya ketahan-jombloan nya. It was so fun, karena setelah acara kita memutuskan buat "ladies night out". Nongkrong deket kost-an saya sih tepatnya, karena secara Tebet gitu lho banyak tempat cozy buat nongkri sambil ngopi-ngopi cantik. Dan nongkri-nongkri ini berakhir dengan niatan buat menjebloskan saya ke dunia malam sebelum Ramadhan. Alhamdulillah, niatnya gak berjalan karena dunia kerja saya masih penuh dengan drama meeting.

June: Ramadhan!
Hijab Speed Challenge
Yang di-challenge bukan saya, tapi creator hijabnya yang pasti. Saya cuma model yang tinggal duduk manis diacak-acak sama 2 creator. Hasilnya? Dibilang kayak orang awam sih sama manat istrinya bang Rhoma. Tapi, tak apeu lah ya, kapan lagi kan jalan ala-ala catwalk di depan kerumunan orang. Ahaha. Jelas-jelas yang dilombain hijabnya, kenapa mesti segala jalan di catwalk dah ah? Ketauan kan kalo saya mantan model semasa sekolah dulu. :')))

July: Eating never fails me!
Bukber
Ramadhan gak afdol kalo gak ada acara buka bersama. Dan saya tipikal orang yang diundang atau gak diundang pasti tetep maksa buat ikutan acara bukber. Acara buka bersama satu direktorat katanya sih sukses, saya gak bisa ikut waktu itu karena mesti jemput ibu di stasiun Senen. At least, tetep masih bisa nimbrung buka puasa bareng departemen yang isinya paling irit dan turnover nya rendah. Ahaha. Eniwei, di hari-hari terakhir juga sempet ke rumah calon kakak ipar (waktu itu) buat acara lamar melamar. Eaaaaa... #apeu :')))
Cozy Lunchy with Bu-Ibu
Dan setelah Lebaran, kebanyakan sih orang-orang pada bales dendam makan. Saya mah gak perlu bales dendam juga emang langsung naik 5 kg sih berat badannya. Ahaha. Apalagi kalo dapet traktiran demi menggemukan anak kost-an ini. Eniwei, ini lokasi nya di Carls' Junior Epicentrum. Jangan nyari tempat duduk yang di tepi kolam kayak posisi di foto ini, karena emang gak bakalan ada. Itu posisi inisiatif kita demi bisa terhindar dari sengatan matahari tengah hari bolong waktu itu. :')))

August: Teknik super STRONG!
Teknik STRONG!
Demi membela divisi tercinta, akhirnya saya ikutan menyingsingkan lengan seragam untuk lomba tarik tambang. And it was super FUN! Pas banget waktu itu emang saya lagi program workout buat fitting kebaya nikahan Bang Dodo. Padahal mah programnya abs workout, emang tarik tambang pake otot perut?? Ahaha. Lumayan lah dari 4 babak, cuma kalah di final doang gegara lawannya segede-gede lemari odner di depan ruang Teknik. :p

Di papan juara keliatannya kayak cuma dapet 300K ya? Kenyataannya, kita bisa ngantongin 700K yang dibagi 7 orang peserta. Jadi, masing-masing bisa ngantongin 100K buat biaya hidup sampe akhir bulan. Yang juara 1 mah kalah banyak duitnya sama kita, wong kita punya banyak juragan.. :')))

September : ConGraduation, Annabelle!
Annabelle's Graduation
 Congratulation and celebration! Finally, Annabelle finished her study, bachelor of education. Welcome to the real life, Annabelle, S.Pd! She was so happy in her big day. Seneng rasanya ngeliat dia bisa se-happy itu. Skripsi modal sendiri ya dek ya, ngumpulin uang buat booking hotel ya. Alhamdulillah gak ada tragedi topi toga jatuh di panggung kayak kakaknya yang kelakuannya agak-agak dipertanyakan ini. Semoga ilmua berkah selalu dan berguna untuk pendidikan anak-anak usia dini ya, neng. Kiss kiss.
Off to Hans' Wedding
Aaaand... another wedding invitation. Entah orang ke-berapa juga ni yang ngundang ke nikahannya. Berhubung Hans itu salah seorang temen kampus yang kenal di awal semester dan alhamdulillahnya long last sampe sekarang, akhirnya saya bela-belain dateng ke acaranya yang empunya hajat. Telat- telat dikit sih ya, yang penting masing bisa ngantri siomay sih gapapa. Ini kondangan ke-sekian kali yang mesti narik-narik Annabelle buat ikut nemenin. Lumayan makan siang gratis. :p

October : Keriaan di mana-mana
Ellya's Wedding
Lagi-lagi undangan ya bok yaaaa~
Ellya ini temen SMP yang akhirnya ketemu lagi di bangku kuliah. Akrab kembali dari semester awal kuliah dan terus berlanjut karena rumah searah dan sama-sama Bekasi. Gak mungkin kalo gak dateng, karena doi ngingetin mulu. Ahaha. Bisa diliat ya yang foto di pelaminan itu 3 pasang udah pengalaman duduk bareng di pelaminan lho. He'eh banget kan sisa saya dan satu orang laki di ujung. Ahaha. Saya mah gak concern dengan isu seperti ini, yang penting kita masih gampang (dan murah khususnya buat saya) untuk diajak ngumpul bareng. Yihaa~
Zumba's Night Exercise
Zumba bareng di kantor apalagi yang didustakan kemeriahannya. Apalagi ada cowok-cowok tongkrongan yang kayak lagi nontonin ibu-ibu senam. Udah bisa diprediksi sih 10 tahun di masa depannya bakal kayak apa tuh cowok-cowok. Hahaha. Zumba session nya lumayan bikin capek karena saya gak sempet pemanasan. Salah satu kelemahan saya di 2015 : terlalu lama ganti baju buat olahraga. Bisa 15 - 30 menit sendiri. Padahal seharusnya gak selama itu. :'<
Bang Dodo's Wedding
Another wedding ya, tapi ini nikahan abang saya sendiri. So glad to see his bright smile in his big day. Walopun sempet agak-agak ngeselin pas di pagi hari nya ya, tapi tetep dong ah sebagai adik yang baik hati dan tidak sombong, saya stay tune di akad dan syukuran nikahannya si abang. Hopefully, he get happily ever after life with his spouse yeaaa. Semoga saya bisa punya ponakan kembar. Aamiin!

November: Eating never fails me (part 2)
Elle s'appelle Blumabelle
Namanya Blu, anaknya salah satu IT engineer dan staff ACS di kantor. Karena lagi gak ada pengasuhnya, akhirnya Blu ikut daycare seharian di sekitar Emporium yang kemudian menjelang maghrib dijemput mam/papa nya supaya pulang bareng dari kantor. Nah kalo udah di kantor, Blu lebih sering main di kawasan si bapak, kalo di kawasan si emak suka dicubitin pipinya sama orang-orang yang gemes sama dia, makanya dia suka galak. Kalo udah di kawasan bapaknya nih ya, tetiba aja semua tante-tante yang belum nikah langsung nawarin jadi baby sitter. Gimana gak mau coba, anaknya lucu bingits!!
AFC (ala-ala)
AFC stands for A*** Fighting Club, ala-ala sih tapi tetep seneng bisa ketemu dengan orang-orang satu penderitaan pada masanya. Jiahahaha. Ini jadi latihan pertama dan terakhir di tahun 2015, insha Allah di tahun depan bisa ada waktu untuk latihan bareng dan bertambah juga personil nya. Hihihi.
Eating never fails me (again!)
Saya identik dengan makan dan bulan ini bulannya makan buat saya. Asinan, eskrim di Kokas, sampe nasi liwet di bagian Set & Property. Buat saya, makan adalah sumber kebahagiaan utama saya. *insert mata berbinar-binar di sini* Hihihi. Saya masih setia jadi tim sapu bersih. Yihaa~~
11 years of friendship and still counting..
Dan akhirnya berhasil meet up juga dengan dokter calon residen spesialis jantung (entah gimana istilahnya, intinya bu dokter ini waktu itu masih dalam test untuk ambil spesialis jantung). Alhamdulillah nya si Ibuk Dokter satu ini akhirnya lolos test dan resmi jadi residen spesialis pilihannya. Yeaay. Congrats ya, buukk! Eniwei, sesi meet up kita dihabiskan dengan acara makan bareng (ujung-ujungnya saya yang ngabisin semuanya) dan live music dari NAIF. Wohoooo~


*note: berat badan kita selisih 10KG. :'(((

December: Back to research
2011
Throwback time. Pada masanya saya pernah presentasi di depan 3 kelas mahasiswa mengenai salah satu tools untuk penelitian yang akan saya gunakan di skripsi. Dan di awal Desember ini, junior saya minta tolong untuk bantu kasih pemahaman ke dirinya tentang tools tersebut. Well, 4 tahun yang lalu mungkin saya emang bisa dengan luwes menjawab pertanyaan-pertanyaan orang awam, ya walopun jawabannya gak spesifik banget sih tapi seenggaknya orang jadi gak meraba-raba mengenai tools tersebut. Dan kalo dibandingkan dengan masa lalu, saya lebih confidence di masa lalu pastinya. Karena saya udah baca berlembar-lembar jurnal, cari-cari contoh penelitian yang mirip-mirip dengan bahasan skripsi saya. Lah kalo sekarang, 3 tahun udah gak pernah lagi baca jurnal. Harap maklum deh ya dengan jawaban seadanya. Hehehe. 

Eniwei, sebenernya di penghujung tahun ada beberapa moment free year end lunch, sayangnya koneksi internetnya masih aja gak stabil ni ooredoo. Hihh!

-o-

Kurang dari 1 jam lagi tahun akan berganti. Besok insha Allah mau coba donor darah buat yang keempat kali nya. Di awal Desember sempet nyoba tapi disuruh pulang karena hb nya rendah. Doain ya semoga besok gak disuruh pulang lagi. Hehe. Doain juga semoga bisa ganti kerjaan, bukannya bosen, tapi 3 tahun gak ada peningkatan grade, saya juga mesti make a move kan? 

Last, but not the least, happy new year, good people!
Have a great year ahead yeaaa~

Love,
Share:

Thursday, October 8, 2015

Page 281 of 365 : 84 days remaining!

Heyho. Sorry for long time no posting here. Blame is on me who easily bored just because doing nothing at office.
And I thought nothing could share in here.

Anyhow, ternyata 2015 tinggal 84 hari lagi. OMG! Resolusi saya banyak yang gak kesampean, bahkan sampe udah masuk kwartal terakhir tahun ini. What was on my mind??! Kurang fokus cyyiiin.. :((

Eniwei, saya baru aja bikin project portfolio di blog saya yang lain. Tetiba aja pingin bikin sesuatu yang continuously. I don't know what exactly is on my mind. Maybe you called the portfolio project was so absurd, but I don't mind. Ahahha, okelah. Kalo udah dateng cueknya keliatan deh saya bangetnya ya.

So, please enjoy the one of the absurd project here. Tell me what do you think in the comment box below, here or there is up to you. You may be laughed at me when you know the name of the project. Ahaha. So, can we just keep called it as an absurd project of mine? Of course, I don't mind. :)))

Well, kinda sleepy right now. 
See you in the next post! *kecup basah*

Love,

Share:

Friday, September 18, 2015

Monday, September 14, 2015

Page 257 of 365 : R U Okay?

Hey, did you ever hear anything about r u "okay? day"?
I've read about it couple days ago, from my lecturer path's thought. And tonight, I'm googling it.
It was celebrated every September (in the second Thursday), so for this year it was be at September 10, 2015. Anyhow, this celebration is dedicated for every single depression persons who was attempted to suicide. You will always be okay, pals. Trust me and have a faith to Allah, The Only Creator.

Anyway, I've written a thanks letter for papap. So, if you are there, pap, you can search the link in this post and open the letter with this pin : wmcw. And if you are not papap, don't ever you dare to read the letter! Ahahaha.

Wish you all have a better life.

Love,

Share:

Friday, June 19, 2015

Page 170 of 365 : Ramadhan 2nd, 1436 H

Alhamdulillah, tahun ini masih bisa ketemu Ramadhan lagi. Walaupun makin ke sini, euforia nya gak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Untuk saya pribadi ya. Menu sahur dan buka jadi lebih sederhana, atau lebih tepat dibilang seadanya kali ya. Secara Ramadhan masuknya di tanggal-tanggal tanggung perekonomian saya pribadi. Jadi yaaa harap maklum ya.. :))

Apa yang beda dengan Ramadhan tahun ini? Well, yang pasti adek saya bisa sahur bareng, gak kepisah Jakarta - Bekasi lagi, walaupun ujung-ujungnya yang masak sahur tetep saya seorang. Sisanya sama. Masih di kost-an yang sama di tahun lalu dan masih jomblo. Mungkin sekarang lebih ngantukan, karena 3 minggu sebelumnya saya kan habis dihajar sama meeting bertubi-tubi setiap hari. Masih berasa lemesnya...

Hehehe.

Kembali ke soal Ramadhan, siang ini saya ikutan kajian muslimah. Saya jadi kangen sama kejutan-kejutan dari Allah. Di tahun awal saya kerja di kantor ini, saya sering banget dapet kejutan yang sebenernya memang saya minta tapi gak ngarep bakal kejadian juga. Instant aja gitu, Maghribnya berdoa dalam sujud, eh pas Isya udah ada. Masya Allah..

Eh, belakangan ini saya baru sadar (tadi siang sadarnya) kalo saya sudah jarang dapat kejutan dari Allah. Rasa-rasanya saya kurang meminta kepada-Nya. Habis sholat doa cuma buat orang tua, di sujud terakhir pun buat orang tua. Saya kurang berinteraksi sama Allah kayaknya sejak ngekost. Sedih juga kalo dipikir-pikir, ibadah rasanya cuma buat kewajiban doang. Malah ngerasa makin jauh sama Allah. Pantesan ya jadi sering ngeluh, gampang kesel sama orang, dan males ngapa-ngapain. Rugi banget dong saya.. :'((

Semoga ibadah Ramadhan tahun ini lancar ya, manteman..

Love,

Share:

Saturday, June 13, 2015

Page 164 of 365

Hey, how's life?
Mine is better, since the project presentation have done yesterday. Well, it's wrapped! Akhirnya bisa pulang cepet dan tidur nyenyak lagi. Yeay.

Cuma agaknya pekerjaan saya jadi overloaded karena perihal project presentation ini. Laporan status dokumen dan update budget pun gak bisa seminggu sekali, pilihannya mereka harus puas dapat laporan dari saya dua minggu sekali. Ya maap, kalo udah setingkat chief yang nongkrongin saya kerja di ruang meeting, saya bisa apa?

Well, ini bukan pertama kalinya sih ya saya kerja ditongkrongin sama boss langsung. Di awal saya kerja, saya memang selalu akrab dengan editing laporan, penelitian, dan sekarang presentasi. Tahun 2012 saya magang di sebuah asosiasi internet sebagai editor laporan tahunan mereka untuk musyawarah nasional. Kerja dua minggu, laporan kelar, mereka musyawarah nasional di Bali, saya jaga lapak di kantor sambil menikmati internet dengan kecepatan syupeeer. Bisa download 12 movie Detective Conan. Keren kan? Dapet honor sebulan gaji lagi. Bukan maeeen. Ahaha.

Kemudian, tahun 2013 saya membantu salah seorang direktur utama untuk penelitian disertasi nya. Baca berpuluh-puluh jurnal, bikin jurnal database nya juga, cek halaman buku, nyiapin kuesioner, nyiapin FGD, editing video diskusi, buat presentasi, dan banyak lagi. Yang ini super seru. Adrenalin rush, karena si bapak dituntut harus lulus semester ini dan sempet ditinggal partner keluar negeri setelah proposalnya tembus. Tapi... saya belajar banyak saat itu. Dan kemudian, negara api menyerang. Saya dimutasi ke bagian lain.

Mungkin ini sudah sering saya ceritain ke semua orang, bagaimana saya bisa dimutasi ke bagian yang sekarang, bagaimana tiba-tiba saya pindah divisi lagi tanpa ada surat mutasi, bagaimana pandangan orang-orang di bagian tersebut kepada saya yang notabene orang asing dan tidak familiar dengan dunia administrasi. But, hell yeah! Look at me now, siapa yang sedikit-sedikit manggil saya kalo sudah urusan cross-division? Helloow, kan saya udah dibuang ke boss saya yang sekarang, katanya mau punya asisstant yang udah punya experience aja? Silahkan lho diberdayakan asisstant-nya yang lebih berpengalaman dan lebih jago dandan itu. Saya mah apa atuh? Kan cuma asisten penelitian yang gak dibawa sama boss terdahulu dengan gaji yang baru aja disesuaikan dengan umr.

Nah, kalo udah tau sepak terjang saya di kantor ini, saya-nya jangan dijahatin dong ya. Gapapa deh ya kalo saya sering disuruh over time, tapi jangan make up cerita ke orang lain kalo saya begini dan begitu. Jangan ngada-ngada kalo saya pernah jawab pertanyaan yang gak pernah ditanyakan ke saya. Pada kurang apa lagi sih? Jabatan kan udah pada tinggi, saya mah grade aja masih 1A, ngapain sih diusik juga. Pada mau apa lagi sih? Bragging out kalo yang saya kerjain itu hasil idenya mereka, terserah deh yaa. Toh kalo emang chief mau promote saya, gak mungkin lah sampe ke level mereka yang udah sampe grade pemberian dewa. Saya gak minta apa-apa kok, cuma minta apresiasi aja. Udah itu aja.

I can't wait for another year yeaa, bosses. Kalo mau naikin grade saya ya mending secepatnya aja lah diurus. Masa' kesejahteraan tim nya doang sih ya diperhatiin. Emang saya masih kurang qualified untuk masuk timnya? Just tell me, so I know what shoul I do for the next step. *Eaaa, ngancem.. :)))*

Wish me more luck, please.

Love,

Share:

Sunday, June 7, 2015

Page 158 of 365

Salah satu efek samping dari baca novel dengan cerita yang oke dan nonton film series yang not bad adalah ... KETAGIHAN!

Damn! Bisa-bisanya saya ketagihan sama The Flash season 1. Ceritanya sih lebih kayak drama sih ya, secara unrequited love nya si tokoh utama, masa lalunya, dikit-dikit nangis, atuhlaaaah ini sci-fi apa romance sikk? Ahaha. Tapi not bad lah yaa, semuanya ketutup sama Grant Gustin yang peranin Barry Allen. Boleh minta yang kayak gini gak buat calon suami? *nyengir*

Ok, mulai delusional, sodara-sodara. Maapkeun saya yang suka kebawa perasaan yak.. :p

Anyhow, nonton film series macam The Flash ini bikin saya inget cita-cita masa kecil saya. My deep inside heart said I wanted to be a scientist when I was a kid. And now, it's not gonna happen. Kenapa? Karena saya udah mengubur semua mimpi-mimpi saya sejak lebih dari 10 tahun yang lalu. Termasuk untuk kerja sebagai agent intel negara, atau jadi engineer, atau programmer, atau atlet. Saya sudah melupakan semua cita-cita di masa remaja. Kemudian mulai membatasi diri dengan segala keterampilan umum, mengendarai kendaraan salah satunya. Satu-satunya kendaraan yang bisa saya kendarai dengan baik adalah sepeda. Motor atau mobil? I just dont like to drive/ride it.

So, lemme ask you, what I can do with this bachelor degree of economic? Which is it's not my passion. Apa yang bisa saya kejar dari sini? Being good at project management? Seingat saya pun, satu-satunya mata kuliah yang saya kuasai dengan baik adalah applied businees compution yang mana selalu berhubungan dengan network diagram dan skema. Sisanya? Dapet B+ juga udah alhamdulillah banget.

So tell me, what can I do with oh-so-not-my-kind-of-passion?

Love,
F

Share:

Monday, June 1, 2015

Page 152 of 365 : Absurdness week!

So sorry for long time no post. Being sooo busy lately. Biasa jadi kuli ketik lagi. Yang mau presentasi siapa, yang ngerjain powerpoint nya siapa, yang nyiapin timeline nya siapa, yang compile datanya siapa. I wish all of my works were be listed before in the jobdesc. Menang banyak dong ya atasan saya kalo saya dengan sukarela ngerjain yang gak ada di jobdesc, apalagi di work target... I should have an excellent appraisal for this year. Yeaaah!

The fact is... I did my over-capacity job with 'pleasure'. Well, majas hiperbol yaaa.

Kebetulan banget moment kerja keras ini barengan sama datangnya PMS. Yihaaaa~ Kebayang dong mellow-mellow nya saya setiap jadi orang yang paling terakhir nutup pintu ruangan? Capek sampe pingin nangis? Ketawa miris setiap ada yang ngajakin pulang cepet? Duuh, lebay dangdut banget deh ni perasaan. Bahkan sampe periode udah mau selesai rasa-rasanya masih pingin makan orang. FYI, it is the indicator when I got PMS. Kalo saya kesel tanpa alasan yang jelas sama dia, udah pasti minggu depannya I got my period. That's simple.

Jadi, hari ini saya mulai ngitungin ada berapa banyak sikap nyebelinnya si attention-seeker satu ini. Pertama, she was always asking the same question everyday. Nomor extension bagian lain, contohnya. Hellloowww, dikata saya operator telepon kali yaaa?? Yang kedua, she always asked me for reviewing her works. Come on, gak ada yang nunjuk saya sebagai reviewer ya? Gak ada lebih bayaran juga buat itu. Hihh. Ketiga, she was always complaining what her boss asked to her. Too whiny... and forth, she was too noisy. Dikit-dikit ngambek sama bossnya, terlalu sensitif sih. Main dulu sana yang jauh, pulangnya pagian dikit. Dan berisiknya bukan main. Kerja kali ah, bukan ngomongin hal yang gak mutu. Euwwww~

Dan... belakangan ini dia tau kalo kerjaan saya lagi overloaded banget. Mau tau responnya dia ngapain? Nepuk-nepuk bahu saya sambil bilang, "Kasian, kerjaanmu banyak ya?". Menurut L?? Saya cuma ngelirik, mengkerutin alis, terus balik lagi ke monitor. Kerjaan saya lebih penting daripada kebawa emosi sama sikapnya yang jauh dari kata mature itu. Idiiiiww~

I should have an extra payment for being this controlable emotionally.

Meh.

Love,

Share:

Thursday, May 21, 2015

Page 141 of 365 : Exhausted!

Holllaaa~

Posting ini dibuat sambil menunggu mood untuk mandi malam di jam segini. Yeaaa, I need to shower right now for relaxing my tired body. Aim lelah...

Dua malam berturut-turut jadi juru kunci ruangan, capeknya gak seberapa. Masalahnya saya lagi di minggu PMS, jadi rasanya pingin nyumpel towak di sebelah dan being rude to everyone. Ah, F you!

Bener kata Aim, jadi orang dewasa itu ribet!

Love,

Share:

Monday, May 4, 2015

Page 124 of 365

Posting ini saya buat dengan menahan pusing di kepala karena efek kehujanan sepulang kantor tadi, dengan handuk yang saya gulung di atas kepala untuk mengeringkan rambut gondrong ini, setelah membaca blog post papap. Well, now I know where I should stand for. *if only you get what I mean..

So... how's life?

I'm fine, actually. I don't know exactly, am I pretending to be fine or am i faking my own happiness? Saya gak tau persis perbedaannya ada di sebelah mana, yang saya tau saya kembali jadi orang yang berpura-pura dan palsu. Hehehe. It doesn't matter ya, secara gak ada yang ngeh juga. Hihihi.

Mungkin seperti yang belakangan ini saya lakukan di antara man-teman rekan kerja. Saya seperti anak kecil yang gak ngerti apa-apa, cuma kayak anak bawang yang kerja dengan gaji yang super pas-pasan... Ah ngomongin masalah gaji yang pas-pasan, saya jadi inget tanggepan orang-orang mengenai gaji saya yang menurut mereka kurang pas buat orang yang kerjaannya kayak saya. Malah mereka membandingkan beban kerja dan bayaran saya dengan man-teman sebaya saya. Usut-punya-usut sih gaji saya yang paling kecil di antara mereka. Mau gimana? Saya minta dinaikin juga gak ujlug-ujlug bikin gaji saya jadi 2-3 kali lipat dari sekarang kan? Mau resign juga nyari kerjaan gantinya gak segampang ngorek informasi bonus dari HRD kali aahh~ :))))

Awal saya kerja kan niatnya memang buat ibadah... dan pasti ada aja yang toyor kepala saya kalo saya ngomong kayak gini. Gaya-gayaan katanya, tapi kan memang begitu adanya. Pas saya bilang saya terima kerja jadi asisten penelitiannya direktur utama gak pake nego gaji, saya malah dikata-katain bego mau-maunya digaji gak pake nego. Hallo, pakbapak - buibu, pernah ngerasain yang namanya cari kerjaan susah gak? Pernah ngerasain setahun jadi freelancer gak? Pernah ngerasain orang tua begitu berharap besar dengan gelar yang lo punya dan lo cuma bisa ngandelin your f*cking hobby for living your pathetic life... for a year? No? So, could you just shut your f*cking mouth??!

So sorry for the rudeness. It's been my sensitive and emotional issues until now.

My life is never as easy as clapping your hand, so please don't judge me as the person who don't know how to react this f*cking condition.

Maybe you'll be understand someday... or maybe someday I'll have a better life, so you'll be understand.

Love,


Share: